Konfigurasi RIP V1

Sebelum konfigurasi RIP V1 dimulai saya akan memperkenalkan apa itu Dynamic routing

  Dynamic routing sendiri adalah sebuah router yang yang membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalulintas jaringan yang menghubungkan router 1 dengan yg lainnya yang di sebut dengan PROTOKOL ROUTING. protokol tersebut mengatur jalannya lalul intas agar router dapat memberikan informasi yang dapat mengisi forwarding tabel, dengan metode ini router dapat mengetahui apakah data dapat dikirim atau tidak.

Dynamic Routing sendiri memiliki ciri khas sebagai berikut

  • Router berbagi informasi routing secara otomatis 
  • Jumlah gateway sangat banyak .
  • Routing tabel dibuat secara dinamik.
  • Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll )
Dan berikut ini adalah beberapa jenis protokol Routing dinamis
  • RIP ( Routing Information Protocol ).
  • IGRP ( Internal Gateway Routing Protocol ).
  • EIGRP ( Enchanced Internal Gateway Routing Protocol ).
  • OSPF ( Open Shortest Path First ).
  • BGP ( Border Gateway Protocol ).

Kelebihan dan kekurangan rip

Pengertian RIP (Router Information Protocol) adalah Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.
RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu :


  1. RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing.
  2. RIPv2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau router terbaik,rip versi2 juga merupakan class list routing.
  3. RIPng
Berikut ini adalah kelebihan menggunakan rip 
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
dan ini dalah kekurangannya
  1. Jumlah host Terbatas
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  3. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  4. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
  5. Hop CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisasaja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
  6. Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan untuk mencegah  loop pada jaringan.
  7. Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur  classless routing
RIP V2

RIPv2 merupakan perluasan dari RIPv1 dengan menambahkan beberapa kemampuan baru. RIPv2 sama sekali tidak mengubah algoritma Routing Distance Vector yang digunakan RIPv1. Kemampuan-kemampuan baru RIPv2, yaitu “
1.        Tag - untuk rute eksternal-memberikan kemampuan bagi RIPv2 untuk membedakan RIP “internal” (jaringan dalam domain RIP) dari RIP “eksternal”. Biasanya untuk rute-rute dari EGP atau dari Protocol routing lainnya.
2.        Subnet mask – mendukung penggunaan subnet mask yang subnet mask yang berbeda di jaringan.
3.        Alamat hop berikut – berisi alamat router berikutnya sehingga berguna untuk mencegah datagram mengambil rute yang tidak efisien. Biasanya digunnakan pada perbatasan jaringan yang menggunakan protocol routing selain RIPv2.
4.        Autentikasi – mencegah router menerima routing update yang invalid, sehingga meningkatkan keamanan jaringan. Password pada autentikasi dapat ditransmisikan dalam bentuk plaintext ataupun Message Digest 5(MD5).


PERBEDAAN DAN PERSAMAAN RIPV1 DAN RIPV2

1.        Perbedaan RIPv1 dan RIPv2
RIPv1
·         Tidak mendukung subnet yang tidak berhubungan.
·         Tidak mendukung VLSM.
·         Tidak mengirimkan subnet mask pada saat update routing table.
·         Routing table selalu di Broadcast
RIPv2
·         RIPv2 mendukung Classless Distance Vector yang merupakan pengembangan dari RIPv1.
·         Mendukung VLSM.
·         Mengirimkan subnet mask pada saat update routing table.
·         Routing update dilakukan scara multicast.
·         Penggunaan Otentikasi.

2.        Persamaan RIPv1 dan RIPv2
·         Menggunakan Split Horizon atau dengan Split Horizon Reserve.
·         Menggunakan timer untuk mencegah Routing Loop.
·         Menggunakan Trigger Update.
·         Maksimal Hop sebanyak 15.




Cara mengkonfigurasi




nah setelah itu silahkan Cek  dengan config

#do show ip route 
(jika masuk ke (config)
jika tidak silahkann ketik
#sh  ip route
(jika tidak masuk (config)
lakukan gambar di atas ke router selanjutnya
ip tidak bisa sama karna 1 ip untuk 1 router. ( ip adalah identitas router)
setelah selesai maka akan menjadi seperti ini
maka anda sudah bisa ping dari PC 1 ke PC yang berada di ujung kanan /(PC2)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan IGP DAN EGP

KONFIGURASI 10 ROUTER